The 5th SEASPF INTERNATIONAL CONFERENCE ON BEST PRACTICE

Sejak tahun 2006, Indonesia secara aktif mengambil peranan dalam Round Table Meeting for ASEAN Educational Leaders yang diselenggarakan oleh ASEAN, sebagai forum resmi bagi pemimpin-pemimpin bidang pendidikan (dalam hal ini menteri pendidikan) untuk membicarakan isu-isu penting dunia pendidikan di kalangan negara-negara ASEAN. Dalam forum RTM for ASEAN Educational Leaders Genting Highland, Malaysia, 23 November 2006 tercetus ide untuk membentuk sebuah forum yang dapat mendukung pengembangan dan penerapan program kepemimpinan kepala sekolah serta memfasilitasi kerjasama antar negara Asia Tenggara guna meningkatkan mutu pendidikan dan mengurangi kesenjangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Ide tersebut mendapatkan sambutan positif dari seluruh peserta sehingga tahun 2007 pada forum serupa di Bali yang dihadiri oleh perwakilan kementerian pendidikan dari Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Singapura dan Thailand resmi dibentuk SouthEast Asia School Principal Forum (SEASPF).

Pada 25 Oktober 2012, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 218/P/2012 tentang Kedudukan dan Organisasi Sekretariat Tetap Southeast Asia School Principals Forum, SEASPF memiliki sekretariat tetap yang berkedudukan di Jakarta dibawah pengarahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Saat itu melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang secara teknis dilakukan oleh Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan; Pusbangtendik). Seiring dengan reorganisasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014-2015, fungsi pengarah diserahkan kepada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditbintendik Dikdasmen).

Pada 18 November 2014, SEASPF resmi menjadi Accredited Organization under the Auspices of ASEAN. Proses yang dilalui untuk menjadi organisasi yang terakreditasi dibawah ASEAN ini memakan waktu (kurang lebih) selama 1 tahun.

Adapun kegiatan yang telah diselenggarakan dan diikuti oleh SEASPF antara lain :

  1. RTM(s) (Round Table Meeting(s) for ASEAN Educational Leaders
  2. RTM I

Genting Highland, Malaysia, 23 November 2006

  1. RTM II

Denpasar, Bali, 26-28 November 2007

  • RTM III

Manila, Philippines, 12-16 November 2008

  1. RTM IV

Singapura, 6-9 Juli 2009

  1. RTM V

Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 25-28 Januari 2011

  1. RTM VI

Bangkok, Thailand, 11-13 Oktober 2011

  • RTM VII

Nha Trang, Vietnam, 29 Oktober-1 November 2012

  • RTM VIII

Siem Reap, Kamboja, 6-10 Oktober 2013

 

  1. SEASPF Conference(s)
  2. SEASPF Conference I

Jakarta, Indonesia, 14-15 Agustus 2008

“Strengthening the Southeast Asia School Principals Forum as the Actor of Human Cantered Development in the context of Increasingly Globalize World”

  1. SEASPF Conference II

Penang, Malaysia, 24-27 Mei 2009

“Principals Association as a Professional Learning Community”

  • SEASPF Conference III

Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 25-28 January 2011

“Sharing and Embracing the Dynamism of SEA School Leaders on Human Capacity Building and Educational Innovation during the 21st Century”

  1. SEASPF Conference IV

Bangkok, Thailand, 11-13 October 2011

“Using Action Research on School Administration and Management to Enhance the Quality of Education in the 21st Century”

  1. SEASPF Conference V

Nha Thrang, Vietnam, October 2012

“Nurturing the Development of Gifted Education in ASEAN Countries”

  1. SEASPF Conference VI

Siem Reap, Cambodia, October 2013

“Good Governance for School Leadership”

 

  1. Best Practice Conference(s)
  2. The 1st SEASPF International Conference on Best Practices

Jakarta, 16 – 19 Juni, 2009

Strengthening SEASPF through Effective Interaction and Communication in the Context of Globalized World”

  1. The 2nd SEASPF International Conference on Best Practices

Jakarta, 6 – 9 Juni, 2010

“Strategies and Technical Experiences in Enhancing School Management and Teaching Practices”

  • The 3rd SEASPF International Conference on Best Practice

Denpasar, Bali, 14-17 Mei 2012

“The Roles of the School Principal on the Implementation on Character Based Education in Facing 21st Century Challenges: Ideas and Innovations”

  1. The 4th SEASPF International Conference on Best Practice

Jogjakarta, 10-14 Juni 2013

“The Roles of School Principal in Supervision for Educational Quality Improvement”

 

  1. Kegiatan (Seminar, Meeting and Conferences) yang diikuti oleh SEASPF
  2. International Confederation of Principals Council Meeting

Windsor, UK, 20 – 22 November 2008

  1. SEAMEO – HOM

Bangkok, Thailand, 19 – 21 Januari 2009

  • ASEAN Seminar

Bangkok 19 – 21 Februari 2009

  1. SEAMEC Meeting back-to-back with ASED Meeting

Phuket, Thailand, 5 – 8 April, 2009

  1. 1st Regional Conference on Leadership and Management

Institut Aminuddin Baki, Kedah, Malaysia, 10 – 12 November, 2009

  1. Annual Board Meeting of Asia Foundation

The University of Melbourne, Australia, 2 Desember 2009

  • SGGS International Students’ Conference

Mei 2011 Penang- Malaysia

  • Education for Diversity Conference, Sekolah Darma Yudha

Maret 2012, Pekanbaru, Riau, Indonesia

  1. EIS (English for Integrated Studies) Conference

Maret 14- 17, 2012 Bangkok – Thailand

  1. International Students’ Conference

Mei 2012 Penang- Malaysia

  1. Academy of Principals Singapore, Global Education Conference

Juli 2012 Singapore

  • EIU (Education for International Understanding) Photo Class 11th Jakarta

Desember, 2013

  • EIU (Education for International Understanding) Best Practices

Februari, 2014 Seoul – Korea

  • 5th SGGS International Students’ Conference

Maret 2014 Penang- Malaysia

  1. Thailand ASEAN Youth Camp (TAYC 2014)

Maret, 2014 Bangkok – Thailand

  • 14th Asia-Pacific Training Workshop on EIU

Mei, 2014 Seoul – Korea

  • Workshop The Development of the ASEAN 5 Year Work Plan on Education 2016 – 2020

Hanoi, Vietnam, 23-24 April 2015

  • Seminar and Presentation Ceremony of the 2nd  ASEAN Eco Schools Award

Nay Pyi Taw, Myanmar, 29-30 Juli 2015

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas dilakukan oleh Sekretariat SEASPF dengan dukungan penuh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam upaya peningkatan kompetensi kepala sekolah, mengingat pentingnya peranan kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pendidikan seperti yang sering disebutkan “School is The Principal”- Sekolah adalah Kepala Sekolah.

Pentingnya peranan kepala sekolah menjadi semakin krusial dengan hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015 ini. Tujuan MEA adalah menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan serta meningkatkan standar hidup penduduk negara  ASEAN. Dapat diibaratkan MEA menjadikan 10 negara ASEAN menjadi tanpa batas, globalisasi yang tidak dapat terbendung dan dunia pendidikan adalah salah satu kunci keberhasilan MEA.

Meneropong lebih dalam lagi, dalam menghadapai MEA mutlak adanya inovasi dan kesigapan kepala sekolah untuk menjadi model sekaligus pengambilan keputusan dalam menjadikan guru sebagai agent of change dan sekolah sebagai institution of change. Sehingga kehadiran MEA bukan hal yang dihindari tetapi dihadapi dengan kekuatan dan motivasi penuh.

Perlu adanya kualitas sumber daya manusia yang optimal sebagai penentu posisi Indonesia dalam menghadapi era MEA. Jika kualitas sumber daya manusia rendah maka Indonesia akan menjadi penonton dalam perjalanan MEA bahkan dapat menjadi korban dalam persaingan MEA, mengingat jumlah penduduk Indonesia adalah terbanyak di kawasan ASEAN.

Lebih konkret lagi, kepala sekolah harus terus menerus memberikan perhatian dalam bidang ilmu, skill dan pengalaman kepada seluruh warga sekolah. Dalam hal keilmuan, perlu adanya inovasi metodologi pengajaran dan konten pembelajaran yang kekinian, tidak hanya mengacu kepada buku text tetapi juga melibatkan hal- hal bersifat globalisasi, disinilah peran kepala sekolah sebagai instructional leadership ditantang.

Kepala sekolah perlu membekali guru dan siswa skill yang dibutuhkan dalam menghadapi era tanpa batas. Hal ini menjadi menarik, dengan munculnya profesi- profesi baru yang pada saat siswa belajar di sekolah belum ada bahkan belum terbayangkan. Profesi youtuber misalnya, beberapa tahun lalu belum ada, tetapi sekarang menjadi profesi yang menguntungkan. Perlu kejelian kepala sekolah untuk mengasah skill siswa, soft skill maupun hard skill. Mempersiapkan siswa untuk menjadi manusia yang tangguh dan mudah beradaptasi, serta mempersiapkan siswa mampu berdaya pikir optimal sehingga mampu bekerja dengan kecanggihan konsep modernisasi.

Pembekalan pengalaman perlu disediakan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah perlu menciptakan panggung dan arena bagi siswa untuk mendapatkan dan mengasah kemampuan kepemimpinan dan organisasi. Stimulus keterampilan sosial perlu diperkaya sehingga mampu mengakselerasi kecerdasan emosi sehingga pengalaman bukan hanya bagian dari perjalanan hidup tetapi kunci gerbang kesuksesan menghadapi era MEA.

Berangkat dari pemikiran tersebut Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan memfasilitasi proses pengembangan keprofesian/kompetensi bagi kepala sekolah dengan menyediakan media diseminasi informasi keberhasilan penerapan praktik terbaik (best practices) dalam mengimplementasikan kepemimpinan kewirausahaan kepala sekolah dikaitkan dengan kesiapan dalam menghadapi era MEA.

Dalam sudut pandang pentingnya melakukan tukar menukar pengalaman tentang best practices tersebut serta, maka pada tahun 2015 ini Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pembinaan Tendik Dikdasmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bersama dengan SEASPF mengadakan konferensi Internasional Kepala Sekolah ASEAN dengan tema “The 5th International Conference on Best PracticeEntrepreneurial Leadership Practices: Proactive and Innovative Principals in the Era of ASEAN Economic Community”. Konferensi ini sebagai tempat bertukar pengalaman terbaik yang didefinisikan sebagai: tindakan individu atau sekelompok orang yang berhasil menyelesaikan permasalahan dan menemukan solusi dalam bidang peningkatan pendidikan secara luar biasa, inovatif, terus menerus, dan efisien.

Kegiatan Konferensi Internasional Kepala Sekolah ASEAN dilaksanakan dari tanggal 22 sampai dengan 26 November 2015 di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jl. Baycity, Pantai Indah, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14430. Pelaksanaan konferensi internasional best practice tahun 2015 ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Guru dan diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2015. Ruang lingkup Kegiatan Konferensi Internasional Kepala Sekolah ASEAN adalah input materi dari narasumber terkait pengembangan keprofesian/kompetensi bagi kepala sekolah serta paparan dari para peserta terkait pengalaman-pengalaman mereka dalam hal keberhasilan penerapan praktik terbaik (best practices) dalam mengimplementasikan kepemimpinan kewirausahaan kepala sekolah dikaitkan dengan kesiapan dalam menghadapi era MEA.

Baik peserta lokal maupun peserta dari luar negeri dipersilahkan untuk mempresentasikan makalah mereka yang tersusun dalam struktur :

  1. Identifikasi masalah (kondisi sekolah sebelum dan sesudah pelaksanaan best practice serta derajat kompleksitas masalah )
  2. Pemecahan masalah (hambatan, kerjasama tim, strategi yang diambil)
  3. Tingkatan Prestasi
  4. Keberhasilan
  5. Kesinambungan
  6. Besarnya pengaruh pada keberhasilan pendidikan

Kegiatan tersebut diikuti oleh 129 orang peserta yang merupakan kepala sekolah dan/atau wakil kepala sekolah pilihan dari Indonesia, serta melibatkan pula narasumber yang berasal dari unsur pimpinan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, pakar, Sekretariat ASEAN,  Sekretariat SEASPF, dan 20 orang perwakilan delegasi kepala sekolah dari 10 (sepuluh) negara ASEAN anggota SEASPF (Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia), serta perwakilan UNESCO APCEIU (Asia Pacific Centre of Education for International Understanding) Korea.

Dari pelaksanaan Kegiatan Konferensi Internasional Kepala Sekolah ASEAN dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan, tidak dapat dilakukan secara instan, akan tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, kemampuan kepala sekolah dalam memimpin proses kewirausahaan di sekola bisa menjadi salah satu tolok ukur dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Melalui seluruh kegiatan yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan SEASPF diharapkan dapat menjadi wadah bagi kepala sekolah untuk berlomba meningkatkan kemampuan dan prestasi. Sehingga setiap negara ASEAN dapat berkontribusi positif dalam menghadapi MEA, dimana pemicu dan pemacunya adalah dunia pendidikan, dan kepala sekolah sebagai ujung tombaknya

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *